Sabtu, 24 Desember 2016

Tentang Aku, Kau, dan Selembar Kertas Kelulusan




Masih kuingat satu sajak yang pernah tercipta
Tentang aku, kau, dan selembar kertas kelulusan
Yang mengiringi langkah sampai pada akhir masa penjajakan
Menjadi saksi sedu sedan dua gadis gila

Kau dengan gerbang usangmu ..
Sedangkan aku dengan bangunan tuaku ..
Berbeda, tetapi mewujud dalam satu
Satu asa, satu langkah, bahkan satu album

Sama-sama menunggu selembar kertas kelulusan
Sembari belajar memakna tentang cinta
Mencari apa yang dapat dibanggakan
Bahkan mengemis perhatian pada sang pujangga

Tentang aku, kau, dan selembar kertas kelulusan ..
Masih terbacakah sajak yang dulu kita agung-agungkan



MJC, 21 Januari 2016


*latepost*

Andai ..



Andai kau mengerti betapa berat untukku tetap bertahan disini menanti dirimu
Andai kau tahu seberapa dalam telah kutanam rasa ini hanya untukmu
Andai saja kau tahu ..
Setiap bait yang tercipta karenamu dan untukmu

Andai saja aku tak pernah bertemu denganmu
Andai saja rasa ini hanya berkalang sepi dan debu
Akankah seperti ini?
Akankah menjadi api yang membakar isi hati?

Andai saja kau tak pernah kembali menyapaku pagi itu
Andai saja kau tak pernah menghubungiku terlalu larut
Akankah rasa ini semakin membabi-buta?
Akankah semakin menjadi?
Entahlah ..

Andai saja kau tak bersamanya ..
Andai saja tak ada pembatas diantara kita
Akankah rasa ini kan tersampaikan?
Akankah cinta pulang dalam dekapan hatimu?

Andai saja aku bisa
Andai saja aku lebih kuat dibanding ketakutanku
Akankah kau menjadi milikku?
Memenuhi panggilan cinta yang semakin membara?