Sabtu, 27 September 2014

Lirik Lagu Kebangsaan India "Jana Gana Mana"




 जन गण मन अधिनायक जय हे
भारत भाग्य विधाता
पंजाब सिन्ध गुजरात मराठा
द्राविड़ उत्कल बंगा
विन्ध्य हिमाचल यमुना गंगा
उच्छल जलधि तरंगा
तव शुभ नामे जागे
तव शुभ आशिष मागे
गाहे तव जय गाथा
जन गण मंगल दायक जय हे
भारत भाग्य विधाता
जय हे जय हे जय हे
जय जय जय जय हे
 
Jana Gana Mana
Adhinayaka jaya hey,
Bharata bhagyawidhata.
Punjaba, Sindhu, Gujarata, Maratha,
Dravida, Utkala, Banga,
Windhya, Himachala, Yamuna, Ganga,
Uchchala jaladhi taranga
Tawa shubha naamey jaagey,
Tawa shubha aashis maagey,
Gahe tawa jayagatha.
Jana gana mangaladhayak jaya hey
Bharat bhagyawidhata.
Jaya hey, Jaya hey, Jaya hey,
Jaya jaya jaya jaya hey!


 Translate dalam bahasa Indonesia :

Engkaulah pemerintah fikiran manusia,
penentu takdir India.
Namamu membangkitkan hati Punjab, Sindu, Gujarat dan Maratha,
Dravida dan Orissa (Utkala) dan Bengala;
Ia bergema di bukit Vindyas dan pegunungan Himalaya,
bergaul dengan musik Yamuna dan Gangga
dan dihiasi oleh ombak Samudra Hindia.
Mereka berdoa untuk restumu
dan menyanyikan pujian mereka.
Penyelamat semua manusia menunggu dalam tanganmu,
wahai penentu takdir India.
Kejayaan, Kejayaan,
Kejayaan, untuk mu!

Minggu, 14 September 2014

Tentang Masa Lalu

yuihu

Hari ni, sekali lagi air mata mengalir dari dalam jiwa
Membasahi setiap kering keronta pedih mendalu ku
Menyadarkanku akan semua mimpi yang hanya semu
Layaknya debu yang beterbangan dihembus angin kepedihan

Hari ini dunia menyibak takdirku
Takdir kesendirianku ..
Takdir kesepianku ..
Takdir kepiluanku ..

Baru kusadari ternyata harapku hanya sebuah mimpi belaka
Mimpi yang hilang ketika aku membuka mata
Mimpi yang hanya sekedar ilusi ..
Bukan sebuah lukisan nyata yang dapat ku miliki

Aku salah .. aku keliru ..
Jiwaku tlah salah menyimpan semua tentangmu
Hatiku tlah keliru terlalu mencintaimu
Tuhan .. aku salah terlalu mencintanya

Kini hanya sanggup aku untuk bermimpi
Memunguti serpihan bayangmu yang tertinggal dalam hatiku
Dan menerima kenyataan bila cintamu bukan untukku …

Ketika Rindu Menjadi Sendu

Gambar


Ketika rindu mulai berlagu
Mengalun nada cinta gubahan hati
Mewarna jingga atmosfer cinta
Menghias jenuh dengan rindu

Ketika lagu mulai menusuk dalam kalbu
Menderu laksana hasrat para pujangga
Merenda kasih impian hati
Merindu cinta pesanggrahan jiwa

Ketika rindu mulai terabai
Menjelma musafir tanpa tujuan
Gelisah …
Mewarna kelabu, menjelma sendu

Ketika rindu menjadi sendu …
Jinggapun tlah mengharu biru


Keep-Bed, 26 Juli 2013

Ketika Semua Mulai Berubah

http://devilr38.files.wordpress.com/2013/10/kytgkythgjyg.jpeg

Ketika tlah lama jiwa melupakannya
Ketika tlah jauh raga pergi darinya
Ketika tlah sirna cinta yang pernah ada
Ketika hati, jiwa, dan raga tlah sanggup lepaskannya

Ketika semua mulai berubah ...
Kau datang kembali dengan reinkarnasi dirimu
Menyapa pada setiap sepiku
Hadirkan memori-memori masa silam

Ketika semua mulai berubah ...
Kau datang dengan membawa puisi-puisi lamaku
Menyambangiku dalam diamku
Hadirkan sebuah rindu tak ber-ibu

Ketika semua mulai berubah ...
Aku melihatmu dalam setiap lamunanku
Membawakanku secangkir anggur kasih sayang
Yang kemudian kita teguk bersama dalam rengkuhan cinta

Ketika semua mulai berubah ...
Haruskah aku menangisi sayap-sayap patahku yang kian merapuh karenamu?
Haruskah aku memanggil dan memintamu untuk kembali?


Keep-Bed, 20 Oktober 2013

Lagu Ombak "Kahlil Gibran"



Pantai yang perkasa adalah kekasihku
Dan aku adalah kekasihnya
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta
Namun kemudian bulan menjarakkan aku darinya
Ku pergi padanya dengan cepat
Lalu berpisah dengan berat hati
Membisikkan selamat tinggal berulang kali

Aku segera bergerak diam-diam
Dari balik kebiruan cakrawala
Untuk mengayunkan sinar keperakkan buihku
Ke pangkuan keemasan pasirnya
Dan kami berpadu dalam adunan terindah

Aku lepaskan kehausannya
Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya
Dia melembutkan suaraku dan mereda gelora di dada

Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cinta di telinganya
Dan dia memelukku penuh damba
Di terik siang, kunyanyikan dia lagu harapan
Diiringi kuncupan-kuncupan kasih sayang
Gelakku pantas diwarnai kebimbangan
Sedangkan dia tetap sadar dan tenang
Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan

Kala air pasang kami saling memeluk
Kala surut aku berlutut menjamah kakinya
Memanjatkan do'a seribu sayang

Aku selalu berjaga sendiri
Menyusut kekuatanku
Tapi aku bukan pemuja cinta
Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa
Mungkin kelelahan akan menimpaku
Namun tiada aku bakal binasa

Minggu, 24 Agustus 2014

Naanu Ninna Preetisuttene - Tentang Cinta

 

Pisau tajam yang dapat merenggut nyawa
Ternyata tak mapu membunuh cintaku padamu
Terbuat dari apa hati ini ?
Hingga goresan luka tak menghentikan sukma ...
Mencintaimu sepenuh jiwa dan raga
Terpoles oleh apa dinding cinta ini ?
Hingga mampu bertahan ditengah derai air mata
Sekuat apa perasaan ini terikat oleh pesonamu ?
Hingga tak mampu kupilih mana yang merasuk di jiwa
Entah tangis , entah tawa , entahlah ...
Namun entah mengapa aku tak mampu berhenti mencintaimu

Magic Of Love

Sabtu, 09 Agustus 2014

Naanu Ninna Preetisuttene

 


Aku percaya bahwa kau telah masuk ke dalam hatiku
Namun sejauh apa hatimu dari hatiku ?
Hinga ku rasa ragu ...
Hingga u rasa jauh ...
Bagai melihat langit diatas lautan yang berombak
Kabur, tak terlihat ...
Itulah cintamu
Kapankah kau tenang laut ?
Hingga dapat ku lihat langit biruku
Ingin ku temani langitku
Tapi tak dapat ku raba rasa di hatinya
Dapatkah kau sadarkan aku langitku ?
Hingga tak hanya kucari bayangmu diatas lautan
Hingga akhirnya ku menengadah dan menatap dirimu

"Magic of Love"

Koi Mil Gaya "Kuch Kuch Hota Hai" Lyric

 


Koi Mil Gaya, Koi Mil Gaya…
Mujhko Kya Hua Hai, Kyun Maein Kho Gaya Hoon
Paagal Tha Maein Pehle, Ya Ab Ho Gaya Hoon

Behki Hain Nigaahen Aur Bikhre Hain Baal
Tumne Banaaya Hai Kya Apna Yeh Haal
Koi Mil Gaya, Mera Dil Gaya
Kya Bataaun Yaaron, Maein To Hil Gaya
Koi Mil Gaya, Mil Hi Gaya, Mil Gaya…

Jaane Kya Ho Gaya Hai Mujhe
Deewana Log Kehne Lage
Yeh Deewangi Hai Kya
Hamein Bhi To Ho Pata
Tumko Kya Ho Gaya

Arey Kal Tak Mujhko Sab Hosh Tha
Dil Maein Khushiyon Ka Josh Tha
Phir Yeh Bechaini Hai Kyun
Phir Yeh Betaabi Hai Kyun
Kya Koi Kho Gaya

Koi Mil Gaya…2x
Mera Dil Gaya 2x
Kya Bataaun Yaaron 2x
Maein To Hil Gaya 2x
Koi mil gaya, (Mil hi gaya)

Baadal Bankar Kaun Aa Gaya
Kaun Hai Jo Dil Pe Yoon Chha Gaya
Chaahoon Ki Bataaun Maein Phir Bhi Keh Na Paaun Maein
Naam Uska Hai Kya

O Naam Na Lo Par Kuch To Kaho
Halka Sa Koi Ishaara To Do
Meri Aankhon Mein Hai Woh
Meri Saanson Mein Hai Woh
Aur Kahun Tumse Kya

Koi Mil Gaya…2x
Mera Dil Gaya 2x
Kya Bataaun Yaaron 2x
Maein To Hil Gaya 2x
Koi mil gaya, (Mil hi gaya)

 Mujhko Kya Hua Hai, Kyun Maein Kho Gaya Hoon
Paagal Tha Maein Pehle, Ya Ab Ho Gaya Hoon
Behki Hain Nigaahen Aur Bikhre Hain Baal
Tumne Banaaya Hai Kya Apna Yeh Haal
Behki Hain Nigaahen Aur Bikhre Hain Baal
Tumne Banaaya Hai Kya Apna Yeh Haal

Koi Mil Gaya…2x
Mera Dil Gaya 2x
Kya Bataaun Yaaron 2x
Maein To Hil Gaya 2x
Koi mil gaya, (Mil hi gaya)

Minggu, 20 April 2014

Dil Ne Ye Kaha Hai Dil Se Lyrics






--MALE 1--
Dil Ne Yeh Kaha Hai Dil Se
Mohabbat Hogayi Hai Tumse
Dil Ne Yeh Kaha Hai Dil Se
(Chorus: Dil Ne Yeh Kaha Hai Dil Se
 Mohabbat Hogayi Hai Tumse
(Chorus: Mohabbat Hogayi Hai Tumse)
Meri Jaan Mere Dilbar,
Mera Aitbaar Karlo
Jitna Beqaraar Hoon Main,
Khudko Beqaraar Karlo
Meri Dhadkano Ko Samjho,
Tum Bhi Mujhse Pyaar Karlo
Dil Ne Yeh Kaha Hai Dil Se

--FEMALE--
Aa Aa Aa Aa Aa...

--MALE 1--
Mohabbat Hogayi Hai Tumse

--FEMALE--
Aa Aa Aa Aa Aa...

--MALE 1--
Meri Jaan Mere Dilbar,
Mera Aitbaar Karlo
Jitna Beqaraar Hoon Main,
Khudko Beqaraar Karlo
Meri Dhadkano Ko Samjho,
Tum Bhi Mujhse Pyaar Karlo

--FEMALE--
Aa Aa Aa Aa Aa, Aa Aa Aa Aa Aa - 2

--MALE 1--
Dil Ne Yeh Kaha Hai Dil Se
Mohabbat Hogayi Hai Tumse
Tum Jo Kehdo To Chaand Taron
Ko Tod Laaoonga Main
In Hawaaon Ko, In Ghataaon
Ko Mod Laaoonga Main
Ho, Tum Jo Kehdo To Chaand Taron
Ko Tod Laaoonga Main
In Hawaaon Ko, In Ghataaon
Ko Mod Laaoonga Main

--FEMALE--
Kaisa Manzar Hai Meri Aankhon Mein,
Kaisa Ehsaas Hai
Paas Darya Hai Door Sehra Hai,
Phir Bhi Kyoon Pyaas Hai

--MALE 1--
Kadmon Mein Jahan Yeh Rakhdoon,
Mujhse Aankhen Chaar Karlo
Jitna Beqaraar Hoon Main,
Khudko Beqaraar Karlo
Meri Dhadkano Ko Samjho,
Tum Bhi Mujhse Pyaar Karlo

--FEMALE--
Aa Aa Aa Aa Aa, Aa Aa Aa Aa Aa - 2

--MALE 1--
Dil Ne Yeh Kaha Hai Dil Se
Mohabbat Ho Gayi Hai Tum Se

--MALE 2--
(Hey, Hey Hey Hey, Aah Ha Haa Ha Ha Haa
Hey, Hey Hey Hey, Aah Ha Haaa) - 2

--FEMALE--
Meri Yaadon Mein,
Mere Khwaabon Mein Roz Aate Ho Tum
Is Tarah Bhalaa Meri Jaan Mujhe Kyoon Sataate Ho Tum

--MALE 2--
Aa Haa Haa Aa Aa Ha Haa Haa - 2

--FEMALE--
Ho..meri Yaadon Mein,
Mere Khwaabon Mein Roz Aate Ho Tum
Is Tarah Bhalaa Meri Jaan Mujhe Kyoon Sataate Ho Tum

--MALE 2--
Teri Baahon Se,
Teri Raahon Se Yun Na Jaaoonga Main
Yeh Iraada Hai,
Mera Waada Hai Laut Aaoonga Main
Duniya Se Tujhe Churaloon,
Thoda Intezaar Karlo
Jitna Beqaraar Hoon Main,
Khudko Beqaraar Karlo
Meri Dhadkano Ko Samjho,
Tum Bhi Mujhse Pyaar Karlo
Tum Bhi Mujhse Pyaar Karlo - 2

--FEMALE--
Kaise Aankhen Chaar Karloon,
Kaise Aitbaar Karloon
Apni Dhadkano Ko Kaise,
Itna Beqaraar Karloon
Kaise Tujhko Dil Main Dedoon,
Kaise Tujhse Pyaar Karloon

--MALE 1--
Dil Ne Yeh Kaha Hai Dil Se
(Chorus: Dil Ne Yeh Kaha Hai Dil Se)
Mohabbat Hogayi Hai Tumse
(Chorus: Mohabbat Hogayi Hai Tum Se)
Meri Jaan Mere Dilbar, Mera Aitbaar Karlo
Jitna Beqaraar Hoon Main, Khudko Beqaraar Karlo
Meri Dhadkano Ko Samjho, Tum Bhi Mujhse Pyaar Karlo
Tum Bhi Mujhse Pyaar Karlo

Kahlil Gibran : "Rahasia Biruku ..."




Biru…
aku ingat saat dirimu menatap mataku dengan lembut
dan berkata bahwa cintamu merupakan mahakarya indah penuh makna
yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata
hanya bisa dirasakan dengan hati yang terdalam

biru…
ternyata dirimulah yang bisa membuatku kembali membuka hati
yang tertutup rapat oleh serpihan luka yang lama terpendam
membuatku dapat melupakan semua keraguan jiwa
dan lebih merasakan hangatnya cinta…

biru…
kau mampu memberiku warna yang berbeda di setiap sisi lemahku…
membuatku tertawa, tersenyum, dan lebih semangat menjalani hari-hariku bersamamu
kau juga memberiku rasa tenang, damai, dan juga cinta disampingmu
dengan segala kekuranganku

kau memang spesial di hatiku…
kau juga inspirasi di setiap langkah-langkahku…

biru…
kau sungguh membuatku bersyukur karena memilikimu,
memberi sejuta rasa untuk menghargai cinta dan indahnya kehidupan…

Senin, 07 April 2014

Sayap-Sayap Patah

 

Wahai langit ....
Tanyakan pada-Nya
Mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini ....
Begitu rapuh dan mudah terluka ....
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta Begitu kuat dan kokoh ....
Saat berselimut cinta dan asa ...
Mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini ....
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya ....
Menghimpun berjuta asa ....
Memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira ....

Mengapa Dia menciptakan kegelisahan dalam jiwa ....
Menghimpit bayangan ....
Menyesakkan dada ....
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa ....
Wahai ilalang ....
Pernahkan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini ?
Mengapa kau hanya diam ....
Katakan padaku ....
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak jiwa ini ....
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini ....
Sebagai pengobat rasa sakit yang tak terkendali ....
Desiran angin membuat berisik dirimu ....
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku ....
Aku tak tahu apa maksudmu ....
Hanya menduga ....
Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana ....
Menunggumu dengan setia ....
Menghargai apa arti cinta ....
Hati terjatuh dan terluka ....
Merobek malam menoreh seribu duka ....
Kukepakkan sayap - sayap patahku ....
Mengikuti hembusan angin yang berlalu ....
Menancapkan rindu ....
Di sudut hati yang beku ....
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin ....
Berserakan ....
Sebelum hilang diterpa angin ....
Sambil terduduk lemah
Ku coba kembali mengais sisa hati ....
Bercampur baur dengan debu ....
Ingin ku rengkuh ....
Ku gapai kepingan di sudut hati ....
Hanya bayangan yang ku dapat ....
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya ....
Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini ....
Ia telah patah ....
Tertusuk duri yang tajam ....
Hanya bisa meratap ....
Meringis ....
Mencoba menggapai sebuah pegangan ....