Kau
tahu apa itu menunggu?
Ya,
memang ia begitu menyiksa
Memaksa
jiwa menerobos waktu tak berujung
Bahkan
memenjara hati dalam hampa
Ku
tahu menunggu tak semudah mencintaimu
Bahkan
sampai kau benar-benar bersamaku
Tak
se-sederhana senja yang mewarna jingga
Tak
se-sederhana pena yang mengukir aksara
Ku
tahu menunggu tak pernah semudah ketika aku bernyanyi
Tapi
untuk sebuah rindu..
Kuputuskan
bersahabat dengan menunggu
Demi
rindu yang semakin menggebu
Sampai
kapanpun aku rela menunggu
Demi
rindu, aku rela menunggu
Datangnya
waktu yang masih abu..